Doa Tiga Salam Maria

Mama memang bukan katolik, tapi pas nikah dengan papa, kita menikah di gereja katolik. Sejak jaman pacaran, mama dan papa gak terlalu membedakan soal kristen dan katolik. Rasanya keduanya sama dan yang paling penting diimani dan dilaksanakan sebaik2nya. Waktu pacaran, kita gantian ke gereja katolik dan kristen. Pas di Dili, yang lebih banyak gereja katolik, kita lebih sering ke gereja katolik Aimutin yang menggunakan bahasa Inggris (gereja lainnya lebih banyak menggunakan bahasa Tetun & Portu, jarang yang bahasa Indonesia). Waktu di Melbourne, kita lebih sering ke gereja Monash Uniting Church yang menganut aliran baptist dan presbyterian (selain lokasinya dekat rumah juga), walau kadang2 kita ke gereja katedral atau persekutuan doa Bethany juga.

Ada satu kebiasaan yang kita lakukan sejak pacaran, terutama sejak menikah, hamil Iko dan sampai saat ini. Kita suka berdoa Novena salam maria. Dulu jaman pacaran, biasanya mama pulang kantor kita ketemuan di gereja katolik Kota Baru Yogyakarta, trus bakar lilin dan doa sama2 di depan patung Bunda Maria. Pas nikah, Orang tua saksi kita memberi kita 2 buku doa: Tiga salam Maria dan Kristus sang raja. Sejak itu, setelah nikah mama dan papa suka berdoa tiga salam maria. Biasanya kita buat setiap 9 hari pada waktu yang sama, sebelum masa break. Mengapa bunda Maria? karena mama dan papa merasa dekat dengan Bunda Maria, seperti Ibu sendiri yang selalu mengayomi kita dan tempat mengadu.

Pas hamil Iko, setiap hari selama 9 bulan kurang lebih, kita berdoa tiga salam maria dan selalu berdoa semoga setelah lahir Iko bisa menjadi terang dan teladan bagi sekitar. Jujur, doa ini (dan tentu doa dari orang tua) yang menguatkan mama melalui masa2 sulit selama hamil dan melahirkan (saat itu terjadi krisis 2006 di dili dimana keadaan gak aman dan bahan makanan terbatas, termasuk akses dokter dan kesehatan) Mama bilang papa “nanti waktu mama melahirkan hanya ada mama dan Tuhan, makanya papa harus bantu doa sejak sekarang” dan Puji Tuhan, semua berjalan lancar dan baik. Mama dan papa percaya ini karena kekuatan doa, dan kita merencanakan akan berdoa yang sama saat kehamilan anak kedua nanti.

Tentu bukan hanya saat hamil, mama dan papa berdoa. Jika ada hal khusus, rencana besar, kesedihan dan masalah, juga suka cita dan rasa syukur, mama papa suka berdoa tiga salam maria ini. Uniknya doa tiga salam maria yang mama papa lakukan ini menggunakan gaya campuran Kristen Katolik. Biasanya kita buka  dan tutup dengan tanda salib, kemudian mama nyanyi lagu pujian seperti Jiwaku terbuka, halleluya dll untuk mengantarkan ke awal doa, kemudian kita baca buku doa dengan diseling 3x doa bunda maria sebanyak 3x juga. Setelah doa bunda maria, kita menghaturkan doa pribadi yang biasanya pertama: untuk keluarga kecil kita, kedua: untuk keluarga besar, ketiga: untuk orang2 yang menderita atau teman2 yang perlu didoakan khusus. Setelah selesai, ditutup dengan mencium bunda maria dan saling  mencium antara mama dan papa.

Sejak tinggal di rumah sendiri, kita lebih leluasa berdoa. Dalam arti, menyiapkan meja doa yang berisi patung bunda maria dan keluarga Yesus, lilin, kitab suci, salib dan bunga. Terus yang biasanya cuma berdua (karena menunggu Iko tidur dulu, supaya tidak menggangu konsentrasi), sekarang mulai melibatkan Iko. Tepatnya 2 April lalu, pas hari jumat agung, karena kita memutuskan tidak ke gereja (di sini hari jumat agung misanya serentak jam 8 malam sampai 1-2 pagi, lama dan penuh bangett) dan baru ke gereja pada hari minggu paskah saja. jadi kita memutuskan doa di rumah.

Hari pertama, 2 April 2010.

Kita minta Iko bantu menyiapkan meja doa, saat mulai tanda salib, Iko udah serius mengikuti. Pas mama nyanyi, Iko sibuk lihat mama sambil senyum2, pas mulai doa, 5 detik pertama Iko masih duduk manis. Selanjutnya langsung cari alasan, mau tiup lilin, naik ke pangkuan mama/papa, jalan ke sana sini, sampe mama dan papa gak konsentrasi. Waktu mama minta Iko ikut doa salam maria, Iko ikut tapi cuma kayak bergumam aja dan niru bagian ekornya aja. Olalala ternyata karena doanya, bahasa Indonesia, makanya Iko merasa gak ngerti dan gak tertarik. Akhirnya selesai doa, mama minta Iko untuk bersikap baik pada doa besok hari supaya diizinkan tiup lilin setelah doa dan bantu bawa kitab suci ke otori (rumah doa) di ruang tamu. Iko setuju.

Hari kedua, 3 April 2010.

Setelah meja siap, doa di mulai dengan tanda salib, Iko sudah siap duduk di antara mama dan papa. Pas mama mau nyanyi “Jiwaku terbuka” Iko tiba-tiba bilang ‘Stop, I will sing” ha???? dan tau apa yang dia nyanyikan sebagai pembuka doa “twinkle-twinkle little star” hahahhahaha pede lagi, yah udah mama papa cuma senyum2 aja. Pas baca buku doa, Iko udah mulai niru bagian belakangnya, kita berdoa sempat gak konsen karena tiruan Iko yang kedengaran lucu hehe Setelah pas di bagian doa pribadi, mama berdoa dalam bahasa inggris dengan bahasa anak2 juga, dan Iko ikut berdoa termasuk “Yesus, please buy me a gun for fire the bad guy” wuahahahaha hari itu doa sukses dengan Iko tetap duduk manis, paling pindah ke pangkuan mama. Bravo Iko!

Hari ketiga, 4 April 2010

Hari ketiga juga sama, walo sempat terganggu sedikit karena papa baru beli lilin hias dan minta Iko pilih warna lilinnya. Mama pilih merah, papa biru dan Iko oranye (warna favorit Iko memang oranye dan biru). Nah selama doa, Iko suka ngutil2 bintang2 yang ada di lilin, tapi paling gak masih duduk manis sekitar meja.

Hari Keempat, 5 April 2010 alias semalam

Termasuk bikin pusing. Awalnya pas mau dekat waktu doa, Iko minta nonton wiggles dan garbage truck di laptop, trus Iko bilang gak mau ikut doa. Mama bilang klo gitu, Iko harus tetap di kamar nonton laptop jangan lari2 ke ruang tengah. Iko setuju. Eh pas kita baru mulai matiin lampu dan nyalain lilin, Iko langsung ikutan duduk. keselnya pas di tengah doa, Iko malah lari2 ke kamar buat nonton terus ke luar lagi bolak balik sampe nendang kabel laptop, untung gak kelempar laptopnya. Mama langsung jewer dikit telinganya (hiks..hiks.. sorry nak) dan pas mama kembali doa lagi, mama langsung merasa bersalah dan perlu waktu beberapa saat untuk mohon ampun dan konsentrasi lagi. Akhirnya doa itu dilanjutkan tanpa Iko sampai selesai.

Mama papa pikir Iko memang masih kecil untuk konsentrasi sekitar 15menit, tapi paling gak bagus untuk pengenalan dia tentang ritual doa yang sangat membantu keluarga kecil ini hampir 4,5 ini. Semoga semakin besar Iko bisa semakin terlibat dalam doa dan mama papa semakin sabar menghadapi Iko :) Thanks Lord for Your blessing. Saint Mary, please keep us close to You and always put our hopes and wishes in Your holy feet.

Advertisement

8 Comments

  1. hahaha pan gak ada namanya, jadi gw baptis pake name thesa hahaha Hi maryna and little cutie dea (gak salah khan gw?gak salah khan? ikutan si dokter hihihi), jelas lha lha wong gw dah mampir ke blog dea dan mom yang sama-sama cantiknya ini. Nti gw link blog lo ya, jangan lupa link juga blog gw arrrghhhh (pake ngancem ala preman wuakakaka), thanks ya Ryna..

  2. hehe kreatip pisan si ibu, namanya jadi thesa hihi. nama gw ryna. ini blognya yah: http://thesalem.wordpress.com/

    sori baru reply. baru smpt bw lagi :)

  3. Hi Thesa salam kenal dan makasih buat mampir ya, kamu ada blog juga gak? siapa tahu kita bisa saling link, thanks again ya..

  4. Hai salam kenal. Bagus banget harapannya untuk Iko, semoga didengar Bunda Maria yah. Dan memang bener novena itu penguat di saat kita merasa jatuh dan kalut :)

  5. Ide bagus mbak, asal bahasa bukan jadi kendala aja, abis anak sekarang lebih gape tetun dan portunya daripada b.Indo hehe
    Mungkin klo gak sekolah minggu, bisa bikin kumpul anak2 untuk aktivitas kayak sekolah minggu aja, misalnya hari sabtu gitu.
    Btw udah tunggu mbak di dili dulu aja baru diskusi lagi ya hehe

  6. Iya kalau anak2 blm bisa diajak doa bareng yg lama..bosen kali yach..tp Iko pinter tuh mau ikut doa..trs lagunya twingkle2..he..he..Kalo Della bisa duduk tenang berdoa selama 5 menit setelah itu sibuk sendiri walaupun tenang. Sayang ya Fan di Dili nggk ada sekolah minggu buat anak2. Eh gimana kalau kita usul tuh sama Romonya untuk buat sekolah minggu, kita khan mantan guru sekolah minggu? Kalau kamu mau :)

  7. sama Cynt, itu malesnya klo ke gereja ama Iko juga. Sebenernya klo dia sendiri aja gak bakal tergoda ikut lari2 anak2 lain tapi jangan tanya klo sepupunya ada juga hahahaha apalagi disini gak ada sekolah minggu Cyn, jadi anak2 ikut misa bareng ortunya (sampe pastusnya pernah marahin mereka dari mimbar lho saking ributnya hehehe)

  8. hehehehe….asli gw ngakak fan bacanya, trutama yang iko nyanyi twinkle2 little star :D emang anak2 seumuran iko mah kbanyakan blom bisa konsen deh fan buat doa. apalagi aira tuh, kalo gereja rewel, maunya lari sana sini or minta gendong *sgih* makanya gw suka males ke gereja,ga konsen, cape iye,ngikutin aira *alesandotcom hehehehe*


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.